Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Translate

Tampilkan postingan dengan label Agenda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agenda. Tampilkan semua postingan

FIMNY Gelar Sukuran Atas Juara II Tim Sepak Bola Mini

Suasana Saat Acara Sukurn
Yogyakarta, FIMNY.org – Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) pada Hari Sabtu, Tanggal 09 November 2014 selenggarakan Sukuran atas Peraihan Juara II Tim Sepak Bola Mini antar mahasiswa Bima yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sukuran diselenggarakan di Kali Babarsari, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Suasana riang dan gembira yang terpancar dari raut wajah seluruh para kader Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), karena diselenggarakan sukuran. Kegiatan ini, selain untuk ajang sukuran atas Peraihan Juara II Tim Sepak Bola Mini, acara ini juga dimanfaatkan oleh seluruh warga Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) untuk lebih mempererat tali silaturrahmi.

Berbagai macam kegiatan yang dilakukan saat acara sukuran, selain makan-makan, ada juga yang gelar canda tawa bersama sambil foto-foto ala pemuda dewasa ini (selfie). Usai makan-berlangsung, tidak lupa juga untuk sekedar foo-foto bersama.

Yang hadir dalam kesempatan sukuran tersebu, tidak hanya warga Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), ada juga beberapa warga bima laiinnya yng kebetulan diundang untuk berbagi kebahagiaan bersama-sama warga Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY).

Foto Bersama disela-sela acara Sukuran

Tim Sepak Bola Mini FIMNY Juara II dalam Ajang Antar Mahasiswa Bima di Yogyakarta

Para Srikandi FIMNY
Yogyakarta, FIMNY.org – Tim Sepak Bola Mini Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) pada Hari Kamis, Tanggal 06 November 2014 mendapatkan Juara II dalam turnamen Bola Mini Antar Mahasiswa Bima yang berada di Yogyakarta. Turnamen tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Langgudu Yogyakarta (IPMLY).

Tiga kali berturut-turut sebelumnya Tim Sepak Bola Mini Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) selalu menang, dan pada final akhir perebutan juara I akhirnya Tim Sepak Bola Mini Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) kalah 0-1 dari Tim Ikatan Pelajar Mahasiswa Tambora (IPMT) Yogyakarta.

Pada saat tiga kali berturut-turut sebelumnya terus menang yakni, pertandingan pertama melawan Tim Mahasiswa Lakei Yogyakarta, pertandingan kedua melawan Mahasiswa Donggo yang berada di Yogyakarta, dan pertandingan ketiga bertemu dengan tuan rumah peyelenggara turnamen bola mini, yakni Tim Sepakbola Mini Ikatan Pelajar Mahasiswa Langgudu Yogyakarta (IPMLY).

Walau pada pertandingan keempat, Tim Sepak Bola Mini Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) tidak berhasil mengalahkan tandingannya, tetapi warga Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) masih berucap sukur, karena walaupun tidak berhasih menang, tapi Juara II sudah di genggam tangan, yang penting sudah berusaha sekuat tenaga, menang atau kalah itu pasti akan terjadi, karena itu semua hanyalah permainan, dengan adanya kegiatan tersebut semata-mata dimanfaatkan saja sebagai ajang silaturrahmi antar sesama warga Bima yang berada di tanah rantau.

Wajah berseri merona terpancar juga dalam raut muka para Srikandi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) yang hadir dan memberikan suport dalam turnamen tersebut, serta tidak lupa juga narsis foto-foto dengan Piala usai penyerahan tropi berlangsung.

Atas juara yang telah diraih oleh Tim Sepak Bola Mini Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), berbagai macam ucapan selamat dari warga FIMNY untuk para Tim Sepak Bola Mini Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY).

“Selamat ya buat adik-adik ku tersayang atas juara 2 yang di raihnya, semoga kedepan lebih baik lagi. Amin”, ungkap Senior Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), kakanda Jamaludin, S.E.I., M.Ec.Dev., melalui group Blackberry Messanger FIMNY pada Hari Kamis, Tanggal 06 November 2014 usai pertandingan berlangsung. Selain ungkapan selamat, kakanda Jamaludin, S.E.I., M.Ec.Dev., memperlihatkan gambar Mahatma Gandhi yang bertuliskan ungkapan motivasi. “Kekuatan tidak berasal dari kapasitas fisik, kekuatan berasal dari kemauan yang gigih. Mahatma Ghandi”, bunyi tulisan yang tertera dalam gambar Mahatma Ghandi tersebut.

“Selamat ya buat Tim Sepak Bola Mini Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) atas juara 2 yang telah di raih, semoga tetap semangat mempertahankan kekuatan itu, bahkan semoga kedepannya lebih baik lagi hasil yang diraih bila bertemu lagi dengan turnamen serupa”, ungkap Senior Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), M. Jamil, S.H., pada Hari Kamis, Tanggal 06 November 2014 malam hari. [MJ]

Foto Tim FIMNY sebelum Pertandingan.


Nurhaidah, FIMNY Akan Adakan LDK Usai Lebaran Idul Adha

Yogyakarta, FIMNY.org – Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) dalam waktu dekat akan menyelenggaran Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Tahun 2014 pada tanggal 10-12 Oktober 2014, akan berlangsung di Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
   
“Insya Allah dalam waktu dekat, satu minggu setelah Lebaran Idul Adha, tepatnya pada tanggal 10-12 Oktober 2014 Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) Tahun 2014, rencananya akan dilaksanakan Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta”, ungkap Nurhaidah selaku Ketua Panitia Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) Tahun 2014 usai rapat Persiapan LDK pada Hari Rabu Tanggal 17 September 2014 malam hari di Sekretariat Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) yang beralamat di Samirono CT VI/087, RT 002 RW 001, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lebih lanjut Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta ini, berharap “semoga Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) Tahun 2014 kali ini akan melahirkan generasi-generasi penerus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) yang mempunyai pemikiran dan wawasan yang luas, kreatif dan inovatif. Sehingga menjadi bekal dikemudian hari, baik nanti saat berproses menjalankan roda organisasi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) maupun kelak bila berpapasan langsung dengan masyaraka luas”, cetus Nurhaidah.

Pada Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) Tahun 2014 kali ini mengangat tema “Terbinanya Kader yang Kreatif di Era Pasca Modern”, dengan materi-materi yang akan bisa membuka wawasan para anggota yang akan dikader.

“Insya Allah nanti saat Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) Tahun 2014 akan diisi dengan materi-materi seperti: Materi Pertama tentang ‘Keorganisasian’, akan disampaikan oleh Kakanda Ajwar Anas (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta). Materi Kedua tentang ‘Manajemen Kepemimpinan’, akan disampaikan oleh Kakanda Jamaludin, S.E.I., M.Ec.Dev. (Alumnus Pascasarjana Magister Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta). Materi Ketiga tentang ‘Sejarah Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY)’, akan disampaikan oleh Kakanda Dedi Purwanto.

Selain itu, Materi Keempat tentang ‘Keislaman’, akan disampaikan oleh Ayahanda Ustat Mustafa, S.E., M.M. (Pimpinan Yayasan Tauhidul Umah Pusat Yogyakarta). Materi Kelima tentang ‘Kemahasiswaan’, akan disampaikan oleh Kakanda Fandy. Materi Keenam ‘Manajemen Keorganisasian’, akan disampaikan oleh Kakanda Ilham. Materi Ketujuh tentang ‘Analisis Sosial (Ansos)’, akan disampaikan oleh Kakanda Sahrudin, S.E., M.Ec.Dev. (Alumnus Pascasarjana Magister Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta). Serta pada ending akhirnya akan diisi dengan ‘Renungan Malam’, akan disampaikan oleh Aya Bili (Fahmi)”, cetus Ketua Panitia Penyelenggara Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) Tahun 2014, Saudari Nurhaidah.

FIMNY akan Gelar Turnamen Futsal Se-Nusantara, Yuuk Daftar!

Yogyakarta, FIMNY.org – Beberapa minggu lagi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) akan menyelenggarakan “Turnamen Futsal” antar mahasiswa daerah Se-Nusantara yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Turnamen tersebut akan dilaksanakan pada hari Sabtu-Minggu, 31 Mei 2014 sampai dengan 1 Juni 2014 di lapangan Futsal Bardosono Yogyakarta. Turnamen Futsal tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-6 organisasi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY). Kegiatan yang sama juga pernah dilakukan oleh pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) pada tahun 2013 yang lalu. Harapannya dengan adanya kegiatan ini bisa mempererat tali silaturrahmi antar mahasiswa Se-Nusantara yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Suatu harapan besar yang diinginkan oleh pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) ialah segenap cititas mahasiswa daerah Se-Nusantara yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Pendaftaran Turnamen Bola Mini sudah dibuka sampai pada tanggal 30 Mei 2014. Bagi rekan-rekan yang berminat untuk mengikuti acara tersebut bisa datang langsung di Asrama Mahasiswa Bima-Yogyakarta “Sultan Abdul Kahir” yang beralamat di Jalan Gondosuli, Baciro, Kota Yogyakarta (daerah sekitar Lapangan Mandala Krida) atau bisa hubungi Contact Person 085226001936 (Sulaiman) / 081931725934 (Indra). Satu hari sebelum hari pelaksanaan akan diadakan Tecnikal Meeting, tepatnya pada hari Jumat, 30 Mei 2013 pukul 18:30 – selesai di Asrama Mahasiswa Bima-Yogyakarta “Sultan Abdul Kahir”. Adapun biaya pendaftarannya adalah sebesar Rp250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). Oleh karena itu ayo semua rekan-rekan mahasiswa daerah Se-Nusantara yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mendaftar segera, karena kuatonya terbatas.

FIMNY akan Gelar Turnamen Bola Mini, Yuuk Daftar!

Yogyakarta, FIMNY.org – Beberapa minggu lagi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) akan menyelenggarakan “Turnamen Bola Mini” antar mahasiswa daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Turnamen tersebut akan dilaksanakan pada hari Kamis-Minggu, 08-11 Mei 2014 di lapangan sepak bola Komplek Brimob Daerah Istimewa Yogyakarta yang beralamat di jalan Gondosuli, Baciro, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Turnamen Bola Mini tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-6 organisasi Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY). Kegiatan yang sama juga pernah dilakukan oleh pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) pada tahun 2013 yang lalu. Harapannya dengan adanya kegiatan ini bisa mempererat tali silaturrahmi antar mahasiswa Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Suatu harapan besar yang diinginkan oleh pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) ialah segenap cititas mahasiswa daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk ikut berpartiipasi dalam acara tersebut. Pendaftaran Turnamen Bola Mini sudah dibuka sampai pada tanggal 7 Mei 2014. Bagi rekan-rekan yang berminat untuk mengikuti acara tersebut bisa datang langsung di Asrama Mahasiswa Bima-Yogyakarta “Sultan Abdul Kahir” yang beralamat di Jalan Gondosuli, Baciro, Kota Yogyakarta (daerah sekitar Lapangan Mandala Krida) atau bisa hubungi Contact Person 085226001936 (Sulaiman) / 081931725934 (Indra). Satu hari sebelum hari pelaksanaan akan diadakan Tecnikal Meeting, tepatnya pada hari Rabu, 07 Mei 2013 pukul 18:30 – selesai di Asrama Mahasiswa Bima-Yogyakarta “Sultan Abdul Kahir”. Adapun biaya pendaftarannya adalah sebesar Rp150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah). Oleh karena itu ayo semua rekan-rekan mahasiswa daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mendaftar segera, karena kuatonya terbatas.

FIMNY dan KR Gelar Pelatihan Jurnalis

Yogyakarta, FIMNY.org – Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) bekerjasama dengan Badan Penerbit Koran Harian kedaulatan Rakyat Yogyakarta menggelar Pelatihan Jurnalis Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) 2014. Pelatihan Jurnalis tersebut dilaksananakan pada Hari Sabtu, 26 April 2014 berlangsung di Ruang Aula II PT. Badan Penerbit Koran Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, dengan mengagkat tema “Melahirkan Pemuda Dengan Jiwa Jurnalis Dalam Mengawal Demokrasi”.

Saat Acara ceremonial pembukaan acara dilakukan sambutan-sambutan berbaai pihak, baik dari pihak Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) maupun dari pihak PT. Badan Penerbit Koran Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta. Sambutan Pertama dari Ketua Panitia saudara Sulaiman. Sambutan Kedua perwakilan dari PT. Badan Penerbit Koran Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta oleh Bapak Imam Satriyadi (Direktur Keuangan PT. Badan Penerbit Koran Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta). Sambutan ketiga oleh Ketua Umum Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) saudara Dedi Purwanto. Sambutan terakhir sekaligus membuka secara resmi acara Pelatihan Jurnalis Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) 2014 oleh saudara Jamaludin, S.E.I., M.Ec.Dev. (Senior FIMNY/Alumnus UGM).

Saat sambutannya, Bapak Imam Satriyadi (Direktur Keuangan PT. Badan Penerbit Koran Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta) mengatakan menyambut baik kehadiran dan adanya Pelatihan Jurnalis Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) 2014, ini menjadi salahsatu ajang silaturrahmi kita bersama.

Ketua Umum Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), saudara Dedi Purwanto dalam sambutannya mengatakan, Pelatihan Jurnalis Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) 2014 ini merupakan Acara Inti yang diadakan dalam rangka memperingati Hari ulang Tahun Ke-6 Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY). Selain Pelatihan Jurnalis, dalam Rangka HUT ke-6 FIMNY ini juga diadakan beberapa agenda yaitu: Turnamen Bola Mini dilaksa pada tanggal 8-11 Mei 2014 di Lapangan Brimob DIY, Turnamen Catur dilaksanakan pada tanggal 10-11 Mei 2014 di Aula Asrama KEPMA Bima-Yogyakarta, Turnamen Futsal dilaksanakan pada Tanggal 31 Mei 2014-1 Juni 2014 di Lapangan Futsal UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan yang terakhir sebagai puncak acara juga sebagai Hari Lahirnya FIMNY diadakan Refleksi HUT ke-6 FIMNY dan doa Bersama pada tanggal 2 Juni 2014 di Panggung Demokrasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pelatihan Jurnalis Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) menghadirkan dua pemateri yang memang ahli dibidangnya dan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dengan materi “Kiat-kiat Menjadi Jurnalis Muda yang Benar” disampaikan oleh  Drs. H. Ahmad Lutfie, M.A. (Wakil Pimpinan Redaksi Badan Penerbit Koran Harian Kedaulatan Rakyat/Pimpinan Redaksi Kedaulatan Rakyat Online) didampingi Moderator saudara M. Jamil (Senior FIMNY/Ketua II Bagian Eksternal DPC PERMAHI Yogyakarta). Sesi kedua dengan materi “Mempertahankan Jiwa Idealis Para Jurnalis Muda” disampaikan oleh Bapak Krisno Wibowo (Koordinator Swara Kampus Kedaulatan Rakyat) didampingi Moderator saudara Jamaludin, S.E.I., M.Ec.Dev. (Senior FIMNY/Alumnus UGM).

Drs. H. Ahmad Lutfie, M.A. selaku Pemateri Sesi Pertama mengatakan Jurnalistik (journalistic) berasal dari kata du jour atau journal (Perancis) yang artinya hari atau catatan harian. Jurnalistik adalah proses penulisan dan penyebaran informasi berupa berita, feature, dan opini melalui media massa (media cetak, elektronika atau online. Sedang jurnalis adalah orang yang berkecimpung di bidang jurnalistik. Jurnalistik pada dasarnya dunia yang terbuka bagi siapa saja. Artinya, siapapun orangnya, dengan latar belakang apa saja, baik berlatarbelakang pendidikan agama, sosial, olahraga, kedokteran, maupun lainnya, bisa menjadi seorang jurnalis.

Lebih lanjut Ahmad Lutfie megatakan, beberapa syarat menjadi jurnalis pada umumnya, pertama Berpendidikan minimal sarjana (S-1) atau lulusan akademi komunikasi (AKY, Akindo, dll), kedua Mempunyai kemampuan di bidang jurnalistik (mampu menggali informasi sampai mampu membuat tulisan jurnalistik), ketiga Mempunyai wawasan yang dibutuhkan untuk bekerja di bidang jurnalistik (generalis). Keempat Menguasai bidang liputan yang menjadi spesialisasinya (spesialis). Seorang wartawan olahraga harus memahami semua hal terkait bidang olahraga yang digeluti. Kelima Sekarang ada tambahan syarat lulus uji kompetensi (profesional) Jurnalis.

Sebenarnya apa sih yang ditulis oleh seorang jurnalistik, dalam kesempatan itu juga Ahmad Lutfie mengungkapkan bahwasannya beberapa hal yang ditulis oleh jurnalistik diandaranya “berita, feature, artikel/opini, dll”. Beliau merincinya seperti dibawah ini:

Menulis Berita:
Sebenarnya tidak ada definisi baku yang menjelaskan tentang definisi berita. Menurut Mitchel V. Charnley, berita adalah laporan tercepat dari suatu peristiwa atau kejadian yang faktual, penting, dan menarik bagi sebagian besar pembaca, serta menyangkut kepentingan mereka. Berita biasa disebut straightnews atau hardnews. Berita menerangkan unsur 5W +1H, yaitu What: Apa yang terjadi, Who: Siapa yang terlibat dalam kejadian/kegiatan, Where: Di mana hal itu terjadi, When: Kapan peristiwa itu terjadi, Why: Kenapa hal itu terjadi, dan How: Bagaimana peristiwa itu terjadi.

Menulis Feature :
Feature merupakan tulisan khas yang menuturkan fakta, peristiwa atau proses disertai penjelasan riwayat terjadinya, duduk perkaranya, proses pembentukannya, dan cara kerjanya. Feature umumnya mengedepankan unsur why dan how. Feature biasanya tulisan dengan materi hal-hal yang mengandung human interest (menyentuh perasaan manusiawi). Feature juga biasa disebut tulisan penyegar. Fungsinya sebagai oase di antara berbagai tulisan lain di sebuah media massa. Feature biasa diangkat dari kisah tokoh tertentu (karena terkenal, karena prestasi, atau karena nasibnya yang menyedihkan). Struktur Tulisan Feature itu sendiri diantaranya: (1) Judul (head). (2) Teras (lead). (3) Bridge atau jembatan antara lead dan body. (4) Tubuh tulisan atau body. (5) Penutup (ending) yang biasanya mengacu pada lead, menimbulkan kenangan atau kengerian, menyimpulkan yang telah diceritakan atau mengajukan pertanyaan tanpa jawaban.

Menulis Artikel/Opini:
Artikel adalah salah satu bentuk tulisan nonfiksi berisi fakta dan data yang disertai analisis dan opini penulisnya. Biasanya, artikel halaman opini diperuntukkan bagi penulis luar, namun tidak tertutup kemungkinan bagi jurnalis untuk menulis. Jenis-jenis artikel itu diantaranya: Artikel ringan, antara lain Sungguh-sungguh Terjadi, Surat Pembaca, tips tertentu. Artikel sedang, antara lain Suara Guru dan Mahasiswa Berbicara. Artikel berat: Artikel di rubrik opini atau di rubrik khusus seperti Analisis di KR. Artikel juga sering disebut tulisan ilmiah populer, yaitu opini atau pendapat atau gagasan pribadi seseorang yang sifatnya ilmiah dan disajikan secara populer di media massa, yang meliputi berbagai aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial-budaya dan hankam. Dalam penyajiannya tulisan ini mengacu pada metode penulisan yang gampang dimengerti, lugas dan kritis. Struktur Artikel Jurnalistik diantaranya adalah sebagai berikut: (1) Teras (lead atau intro): Pengantar gagasan atau pokok pikiran penulisnya atau ditujukan untuk menata pikiran pembaca sebagai persiapan mengetahui lebih jauh isinya. Teras yang baik harus mampu memikat pembaca agar penasaran membaca lebih jauh; (2) Tubuh (body): uraian/penjelasan dari pokok pikiran di lead; (3) Penutup (ending). Biasanya berupa kesimpulan. Biasa pula dilengkapi dengan solusi permasalahan.

Suasana saat Berlangsungnya acara
Pemateri dan Moderator Materi I

 Pemateri dan Moderator Materi II





Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) FIMNY

Yogyakarta, FIMNY.org – Beberapa harapan dalam rangka kegiatan ini, mengharapakan semangat Peserta Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) lebih kepada membangun karakter untuk membangun wawasan yang lebih baik.  atau mampu merekontruksi cara pandang mahasiswa/pemuda sehingga bisa berkontribusi untuk masyarakat, agama, bangsa dan Negara dikemudia hari.

Demikianlah yang disampaikan oleh Dedi Purwanto, selaku Ketua umum FIMNY, Pada acara Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diadakan oleh Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY)-Bima (24-26/1/2014). Acara yang di adakan di Pondok Hizbul Bi,ah, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Acara ini menghadirkan berbagai pemateri seperti Bapak Muhtar, S.E. (Pembina Pondok Tauhidul Ummah), Azwar Anas (Sarjana Ilmu Pemerintahan UMY), Sugiarto, S.H (Ketua Umum DPC PERMAHI Yogyakarta), Robin Irawan (Sekjen IKPMDI-Yogyakarta), Wahidin ( Budayawan Rimpu Bima) dan Jamaludin, S.E.I., M.Ec.Dev.  (Magister UGM). Dengan acara yang mengangkat tema : “Membangun Silaturrahmi Antar Sesama dan Melahirkan Intelektual yang Berwawasan Kebangsaan” merupakan salah satu rangkaian program kerja inti Bidang Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam acara ini kami juga memakai sistim delegasi untuk merekrut peserta sehingga menghadirkan delegasi dari Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Dompu (IKPMD), Himpunan Mahasiswa Ambalawi (HIMAWI) dan Forum Mahasiswa Langgudu (FORMAL), dengan kegiatan ini peserta berharap  bukan hanya sesaat semata tapi menjadi kegiatan yang berkelanjutan untuk melahirkan pemuda-pemuda yang sadar akan perubahan dan juga menjadi pemuda yang mampu menjadi pemimpin masadepan untuk bangsa dan negara.

FIMNY Gelar Diskusi Politik Lokal dan Otda

Yogyakarta, FIMNY.org – Budaya diskusi dan mengasah keilmuan merupakan rutinitas yang intens dilakukan Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), pada kesempatan kali ini FIMNY mencoba menggali dan mendiskusikan terkait Politik Lokal dan Otonomi Daerah. Mendengar dua kata “otonomi daerah”, alangkah lebih baiknya sedikit kita memberikan definisi dari otonomi daerah itu sendiri. Otonomi daerah merupakan hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengaturnya.

Melirik pada Pasal 18 ayat 2 UUD 1945, disana terdapat dua nilai dasar yang dikembangkan dalam UUD 1945 berkenaan dengan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia, kedua nilai dasar tersebut adalah sebagai berikut: point pertama, yaitu Nilai Unitaris, yang diwujudkan dalam pandangan bahwa Indonesia tidak mempunyai kesatuan pemerintahan lain di dalamnya yang bersifat negara (“Eenheidstaat”), yang berarti kedaulatan yang melekat pada rakyat, bangsa dan negara Republik Indonesia tidak akan terbagi di antara kesatuan-kesatuan pemerintahan; dan point kedua, yaitu Nilai dasar Desentralisasi Teritorial, dari isi dan jiwa pasal 18 Undang-undang Dasar 1945 beserta penjelasannya sebagaimana tersebut di atas maka jelaslah bahwa Pemerintah diwajibkan untuk melaksanakan politik desentralisasi dan dekonsentrasi di bidang ketatanegaraan.

Berangkat dari suatu harapan diatas, Pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) tergerak hatinya untuk menyelenggarakan “Diskusi Rutin” dengan mengangkat tema “Politik Lokal dan Otonomi Daerah Pada Sektor Ekonomi” pada Hari Minggu, Tanggal 13 April 2014 mulai pukul 18.00-Selesai. Pada kesempatan kali ini yang menjadi pemantiknya yakni saudara Sahrudin, S.E. (Mahasiswa Pascasarjana Magister Ekonomi Pembangunan Fakutas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta), serta didampingi oleh moderator saudara Dedi Purwanto.

Pada kesempatan itu, Sahrudin selaku pemantik mengupas beberapa undang-undang dari segi politik lokal dan otonomi daerah, dalam kesempatan tersebut beberapa undang-undang yang coba dikupas sekilas yakni Undang-undang Otonomi Daerah dan Undang-undang Pemerintah Desa.

Acara “Diskusi Rutin” tersebut berlangsung sangat lancar dihadiri oleh seluruh kader Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), hadir pula dalam acara tersebut senior Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) kakanda Jamaludin, S.E.I., M.Ec.Dev. Acaranya pun berlangsung dengan meriah dimana terjadi interaksi yang aktif antara pemantik dan para anggota Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) yang menanyakan serta menggambarkan kondisi politik lokal dan otonomo daerah yang terjadi saat ini.

Acara “Diskusi Ruti” tersebut dipersembahkan oleh Pengurus Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) dalam rangka memfasilitasi para kadernya dalam hal pengembangan keilmuan dan melatih jiwa dan antusiasme dalam berdiskusi, acara tersebut diselenggarakan di Asrama Keluarga Pelajar Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta beralamat di Jalan Gondosuli, Baciro, Kota Yogyakarta.

FIMNY Gelar Diskusi Rutin Tentang Resolusi Konflik

Yogyakarta, FIMNY.org – Dalam hidup dan kehidupan pasti ditemui suatu konflik, baik itu konflik bertaraf ringan bahkan konflik bertaraf besar, bilamana telah menemui konflik, bila berkepribadian bijak, maka ia akan coba mencarikan solusi dari suatu konflik tersbut, begitu juga dengan sebaliknya, bila ada seseorang yang bersikap acuh tak acuh dengan adanya konflik, maka konflik yang walaupun awalnya kecil, maka lama kelamaan karena dibiarkan begitusaja maka akhirnya memuncak membesar tak terkendali.

Berangkat dari suatu kegelisahan tersebutlah, Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) menyelenggarakan Diskusi Rutin dengan Tema: “Resolusi Konflik” pada Hari Kamis, Tanggal 20 Maret 2014 pukul 15.00-Selesai dengan Pembicara yaitu Saudara Ismail Aljihadi (Mahasiswa Jinayah Siyasah Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan didampingi oleh Moderator saudara Dedi Purwanto (Mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Acara Diskusi Rutin tersebut berlangsung sangat lancar dihadiri oleh seluruh anggota Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) peserta dan beberapa mahasiswa Bima yang ada di Yogyakarta. Acaranya pun berlangsung dengan meriah dimana terjadi interaksi yang aktif antara narasumber dan para peserta yang menanyakan terkait persoalan-persoalan konflik dalam masyarakat yang telah mereka amati.

Acara Diskusi Rutin ini dipersembahkan oleh Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), diselenggarakan di Aula Asrama Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (KEPMA) Bima-Yogyakarta.

Proposal Peringatan HUT ke-6 FIMNY Tahun 2014


A.   Latar Belakang

Pelajar dan Mahasiswa sebagai civitas dan pelaku pendidikan merupakan sumber daya potensial yang secara bertanggung jawab di tuntut harus menyiapkan diri dan mengembangkan diri selaku kader penerus dan pelaku pembangunan dimasa yang akan datang. Berkenaan dengan itu, sebagai generasi muda harus siap menghadapai tantangan dan perkembangan jaman serta kemajuan teknologi yang semakin pesat.

Dengan mengembangkan potensi diri yang dirasa ini belum maksimal dikembangkan sehingga kemudian dapat dimanfaatkan dan di gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Potensi diri tersebut mencakup dalam bidang pengembangan Intelektual dan juga kemampuan di bidang olahraga. Dua hal di atas kita semua menyadari bahwa betapa pentingnya Potensi intelektual dan pengembangan olahraga dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan olahraga yang teratur maka akan berakibat positif terhadap tingkat perkembangan daya pikir manusia serta mampu meningkatkan kecerdasan emosional seseorang.

Mengingat betapa besar peranan pelajar dan mahasiswa dalam kancah pembangunan mendatang, maka dalam menyiapkan dan membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan berkualitas. Dengan ini Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakata (FIMNY) Bima yang bertujuan mewadahi terciptanya pemuda dalam mengembangkan kreatifitas Intelektual dan hubungan tali Persaudaraan di kota merantau yang berada di Yogyakarta, khususnya warga Bima NTB serta mahasiswa pada umumnya bisa berbaur dengan masyarakat Yogyakarta (Pribumi).

Oleh karena itu, kami dari Forum ini ingin membahana di Bumi Yogyakarta yang ramah akan lingkungan, Kota Pendidikan, Kota Budaya dan Miniatornya Indonesia. Maka kami ingin membangun kreatifitas dengan mengadakan sebuah Pentas Budaya, Pelatihan Jurnalis Turnamen Futsal, Turnamen Catur, Turnamen Bola Mini, Refleksi HUT FIMNY dan Doa Bersama dengan semangat Pengembangan Intelektual, Semangat Persaudaraan, Semangat junjung tinggi Sportifitas, Solidaritas dan sebagainya. Atas dasar pemikiran diatas, untuk meningkatkan prestasi pelajar dan mahasiswa Bima NTB serta mahasiswa pada umumnya yang berada di Yogyakarta sebagai aset potensial untuk Masyarakat, Agama, Bangsa dan Negara.

Kami mengadakan beberapa kegiatan dengan tema : “Menciptakan Kreatifitas Dan Meningkatkan Semangat Intelektual Serta Nilai-Nilai Kebangsaan”, dengan tema ini kami benar-benar mengharapkan pemuda yang potensial dan kreatifitas yang bijaksana dalam mengembankan tugas dan tangung jawab dalam segala bidang.

B.   Nama Kegiatan 

Peringatan HUT Ke-6 Forum Intelektual Mahasiswa Ncera Yogyakarat (FIMNY) Bima-Yogyakarta

C.   Tema Kegiatan

“Menciptakan Kreatifitas Dan Meningkatkan Semangat Intelektual Serta Nilai-Nilai Kebangsaan”

D.    Tujuan

1.    Mewujudkan pemuda intelektual yang mempunyai wawasan keilmuan.
2.    Meningkatkan rasa kebersamaan di kota merantau dalam berkreatifitas dan inofasi.
3.    Mempererat tali silaturrahmi antar saudara-saudari se-Nusantara yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarata.
4.    Mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa dan umum yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarata.
5.    Kawara Angi (Saling Mengingatkan)
6.    Menciptakan Pribadi yang Maja Labo Dahu (malu dan takut)
7.    Melahirkan para Jurnalis muda yang berbakat

E.    Bentuk Kegiatan dan Pelaksanaannya

Pelatihan Jurnalis dilakasanakan pada :
Hari/Tanggal    : 26 April 2014
Tempat     : Ruang Teatrikal Fakultas Syariah Hukum Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta
Tema        : “Melahirkan Pemuda Dengan Jiwa Jurnalis Dalam Mengawal Demokrasi”.
Target Peserta : 100 orang

Turnamen Catur dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal     : Sabtu dan Minggu, 3 dan 4 Mei 2014
Tempat    : Aula Asrama Bima Sultn Salahudin
Target Peserta : 20 peserta

Turnamen Bola Mini dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal     : Kamis - Minggu, 1 sampai 4 Mei 2014
Tempat    : Komplek Brimob Yogyakarta
Target Peserta : 16 tim

Turnamen Futsal dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal     : Sabtu dan Minggu, 10-11 Mei 2014
Tempat    : Lapangan Futsal UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Target Peserta : 32 tim

Pentas Budaya dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal     : Sabtu, 24 Mei 2014
Tempat    : Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta
Target Peserta : 20 tim

Refleksi HUT FIMNY dan Do’a Bersama
Hari/Tanggal     : Senin, 02 Juni 2013
Tempat    : Aula Asrama Mahasiswa Sultan Abdul Kahir Bima Yogyakarta
Pemateri:
a.    Zainudin, S.Fil., M.Si. (Staff Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Dalam Negeri/Pembina FIMNY)
b.    Neni Iryani, S.Si. (Pembina FIMNY)

F.  Sasaran Kegiatan

Kegiatan ini diikuti oleh semua Keluarga Pelajara Mahasiswa Se-Nusantara di Yogyakarata dan umum


Catatan:
1. Bagi para donatur yang ingin menyumbang, silakan ambil proposal lengkapnya di sini (KLIK PROPOSAL LENGKAP)
2. Info lanjut bisa hubungi 087777792666 / 085226001936



FIMNY Gelar Diskusi Rutin Tentang Sejarah Lahir dan Perkembangan Filsafat

Yogyakarta, FIMNY.org – Menurut sejarah kelahirannya istilah filsafat terwujud sebagai sikap yang ditauladankan oleh Socrates. Yaitu sikap seorang yang cinta kebijaksanaan yang mendorong pikiran seseorang untuk terus menerus maju dan mencari kepuasan pikiran, tidak merasa dirinya ahli, tidak menyerah kepada kemalasan, terus menerus mengembangkan penalarannya untuk mendapatkan kebenaran. Filsafat sangat rumit bagi masyarakat awam, tapi akan terasa nikmat untuk dipelajari bilamana kita telah memasuki dan mulai menghayati apa makna-makna yang tersembunyi didalamnya karena filsafat merupakan induk dari segala ilmu.

Berangkat dari suatu kegelisahan tersebutlah, Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) menyelenggarakan Diskusi Rutin tentang Filsafat dengan Tema: “Sejarah Lahir dan Perkembangan Filsafat” pada Hari Selasa, Tanggal 04 Maret 2014 pukul 15.00-Selesai dengan Pembicara yaitu Sulaiman Alfarizi (Mahasiswa Sastra Arab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan didampingi oleh Moderator saudara Agus Salim (Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Acara Diskusi Rutin tersebut berlangsung sangat lancar dihadiri oleh seluruh anggota Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) peserta dan beberapa mahasiswa Bima yang ada di Yogyakarta. Acaranya pun berlangsung dengan meriah dimana terjadi interaksi yang aktif antara narasumber dan para peserta yang menanyakan terkait persoalan-persoalan perkembangan Hukum dalam masyarakat yang telah mereka amati.

Acara Diskusi Rutin ini dipersembahkan oleh Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), diselenggarakan di Lantai dasar Gedung Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Suasana saat Diskusi Berlangsung

FIMNY Gelar Diskusi Rutin Tentang Hukum Dalam Perkembangan Masyarakat

Yogyakarta, FIMNY.org – Dalam kehidupan sosial tentu sering terjadi perbedaan paham, perang opini, bentrok fisik, perebutan hak, dan bahkan pelanggaran-pelanggaran lainnya. Nah, untuk menengahi permasalahan atau mungkin pelanggaran-pelanggaran lain yang mayoritas terjadi, itulah di antara alasan kenapa ada Hukum. Ketika manusia hidup berdampingan satu sama lain, maka berbagai kepentingan akan saling bertemu. Pertemuan kepentingan antara manusia yang satu dengan yang lain ini, tak jarang menimbulkan pergesekan ataupun perselisihan. Perselisihan yang di timbulkan bisa berakibat fatal, apabila tidak ada sarana untuk mendamaikannya. Perlu sebuah mediator atau fasilitator untuk mempertemukan dua buah kepentingan yang bergesekan tersebut. Tujuannya adalah manusia yang saling bersengketa (berselisih) tersebut sama-sama memperoleh keadilan. Langkah awal ini di pahami sebagai sebuah proses untuk menuju sebuah sistem (tatanan) hukum.

Kenyataan ini menjadikan manusia mulai berpikir secara rasional. Di berbagai komunitas (masyarakat) adat, hal ini menjadi pemikiran yang cukup serius. Terbukti, kemudian mereka mengangkat pemangku (ketua) adat, yang biasanya mempunyai 'kelebihan' tertentu untuk 'menjembatani' berbagai persoalan yang ada. Dengan kondisi ini, ketua adat yang di percaya oleh komunitasnya mulai menyusun pola kebijakan sebagai panduan untuk komunitas tersebut. Panduan tersebut berisikan aturan mengenai larangan, hukuman bagi yang melanggar larangan tersebut, serta bentuk-bentuk perjanjian lain yang sudah di sepakati bersama. Proses inilah yang mengawali terjadinya konsep hukum di masyarakat. Ini artinya,(komunitas) masyarakat adat sudah terlebih dahulu mengetahui arti dan fungsi hukum yang sebenarnya. Inilah yang kemudian di sebut sebagai hukum adat. Dapat di rumuskan bersama, bahwa hukum adat merupakan hukum yang tertua yang hidup di masyarakat. Hanya saja, mayoritas hukum adat ini biasanya tidak tertulis. Inilah salah satu kelemahan hukum adat.

Berangkat dari suatu kegelisahan tersebutlah, Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) menyelenggarakan Diskusi Rutin tentang Hukum dengan Tema: “Hukum Dalam Perkembangan Masyarakat” pada Hari Sabtu, Tanggal 08 Februari 2014 pukul 15.00-Selesai dengan Pembicara yang memang ahli di bidangnya yaitu M. Jamil (Mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta/Ketua II Bagian Eksternal Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta (DPC PERMAHI Yogyakarta).

Acara Diskusi Rutin tersebut berlangsung sangat lancar dihadiri oleh seluruh anggota Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) peserta dan beberapa mahasiswa Bima yang ada di Yogyakarta. Acaranya pun berlangsung dengan meriah dimana terjadi interaksi yang aktif antara narasumber dan para peserta yang menanyakan terkait persoalan-persoalan perkembangan Hukum dalam masyarakat yang telah mereka amati.

Acara Diskusi Rutin ini dipersembahkan oleh Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), diselenggarakan di Taman Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Suasana saat berlangsungnya Diskusi Rutin FIMNY di Maskam UGM

Hukum Dalam Perkembangan Masyarakat

FIMNY.org – Dewasa ini kita tahu bersama bahwasannya dalam setiap tingkah laku manusia pasti bersinggungan dengan hukum. Terkait dengan hal tersebut tidak berlebihan Konstitusi Negara Republik Indonesia telah menegaskan dengan jelas bahwasannya didalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 1 Ayat (3) berbunyi Negara Indonesia adalah negara hukum. Oleh karena itu disetiap tatanan kehidupan di negara ini pasti diatur oleh hukum.

 
Apa itu Hukum?
Secara sederhana Hukum merupakan peraturan yang berupa norma dan sanksi yang dibuat dengan tujuan untuk mengatur tingkah laku manusia, menjaga ketertiban, keadilan, mencegah terjadinya kekacauan.
Hukum memiliki tugas untuk menjamin bahwa adanya kepastian hukum dalam masyarakat. Oleh sebab itu setiap masyarat berhak untuk memperoleh pembelaan didepan hukum. Hukum dapat diartikan sebagai sebuah peraturan atau ketetapan/ ketentuan yang tertulis ataupun yang tidak tertulis untuk mengatur kehidupan masyarakat dan menyediakan sangsi untuk orang yang melanggar hukum.

Hukum dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.    Hukum berdasarkan Bentuknya: Hukum tertulis dan Hukum tidak tertulis.
Dalam Pasal 7 ayat 1 UU No. 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, bahwasannya “Jenis dan hierarki Peraturan Perundang-undangan” terdiri atas:
a. UUD 1945; b. Ketetapan MPR; c. UU/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
d. Peraturan Pemerintah; e. Peraturan Presiden; f. Peraturan Daerah Provinsi dan; g. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota.
2.    Hukum berdasarkan Wilayah berlakunya: Hukum local, Hukum nasional dan Hukum Internasional.
3.    Hukum berdasarkan Fungsinya: Hukum Materil dan Hukum Formal.
4.    Hukum berdasarkan Waktunya: Ius Constitutum (hukum yang telah ditetapkan; hukum yang berlaku sekarang), Ius Constituendum (hukum yang diharapkan berlaku pada waktu yang akan datang), Lex naturalis/ Hukum Alam.
5.    Hukum Berdasarkan Isinya: Hukum Publik, Hukum Antar waktu dan Hukum Private. Hukum Publik sendiri dibagi menjadi Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara, Hukum Pidana dan Hukum Acara. Sedangkan Hukum Privat dibagi menjadi Hukum Pribadi, Hukum Keluarga, Hukum Kekayaan, dan Hukum Waris.
6.    Hukum  Berdasarkan Pribadi: Hukum satu golongan, Hukum semua golongan dan Hukum Antar golongan.
7.    Hukum Berdasarkan Wujudnya: Hukum Obyektif dan Hukum Subyektif.
8.    Hukum Berdasarkan Sifatnya: Hukum yang memaksa dan Hukum yang mengatur.

Awal Mula Terbentuknya Hukum
Dalam kehidupan sosial tentu sering terjadi perbedaan paham, perang opini,bentrok fisik, perebutan hak, dan bahkan pelanggaran-pelanggaran lainnya. Nah, untuk menengahi permasalahan atau mungkin pelanggaran-pelanggaran lain yang mayoritas terjadi, itulah di antara alasan kenapa ada Hukum. Ketika manusia hidup berdampingan satu sama lain, maka berbagai kepentingan akan saling bertemu. Pertemuan kepentingan antara manusia yang satu dengan yang lain ini, tak jarang menimbulkan pergesekan ataupun perselisihan. Perselisihan yang di timbulkan bisa berakibat fatal, apabila tidak ada sarana untuk mendamaikannya. Perlu sebuah mediator atau fasilitator untuk mempertemukan dua buah kepentingan yang bergesekan tersebut. Tujuannya adalah manusia yang saling bersengketa (berselisih) tersebut sama-sama memperoleh keadilan. Langkah awal ini di pahami sebagai sebuah proses untuk menuju sebuah sistem (tatanan) hukum.

Kenyataan ini menjadikan manusia mulai berpikir secara rasional. Di berbagai komunitas (masyarakat) adat, hal ini menjadi pemikiran yang cukup serius. Terbukti, kemudian mereka mengangkat pemangku (ketua) adat, yang biasanya mempunyai 'kelebihan' tertentu untuk 'menjembatani' berbagai persoalan yang ada. Dengan kondisi ini, ketua adat yang di percaya oleh komunitasnya mulai menyusun pola kebijakan sebagai panduan untuk komunitas tersebut. Panduan tersebut berisikan aturan mengenai larangan, hukuman bagi yang melanggar larangan tersebut, serta bentuk-bentuk perjanjian lain yang sudah di sepakati bersama. Proses inilah yang mengawali terjadinya konsep hukum di masyarakat. Ini artinya,(komunitas) masyarakat adat sudah terlebih dahulu mengetahui arti dan fungsi hukum yang sebenarnya. Inilah yang kemudian di sebut sebagai hukum adat. Dapat di rumuskan bersama, bahwa hukum adat merupakan hukum yang tertua yang hidup di masyarakat. Hanya saja, mayoritas hukum adat ini biasanya tidak tertulis. Inilah salah satu kelemahan hukum adat.

Apa yang terjadi pada masyarakat adat inilah yang kemudian menginspirasi manusia modern untuk melakukan hal serupa. Sesuai dengan perkembangan zaman, masyarakat adat harus melakukan kontak dengan masyarakat adat yang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan yang di maksud , biasanya masih terbatas pada pemenuhan kebutuhan pokok. Makanan dan sandang menjadi alat tukar (transaksi) yang kemudian di kenal dengan istilah barter. Semakin lama, hubungan antar masyarakat adat ini semakin luas dan semakin berkembang. Masyarakat-masyarakat adat yang saling berinteraksi akhirnya mengadakan perjanjian bersama untuk membentuk sebuah ikatan yang lebih luas, yang kemudian di kenal sebagai istilah 'negara'. Sejatinya, 'negara' ini sebenarnya berisikan berbagai kumpulan hukum adat. Terkadang, antara hukum adat yang satu dengan hukum adat yang lain juga saling berbenturan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, muncullah musyawarah untuk menentukan sebuah hukum yang akan di gunakan bersama. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir pergesekan atau perselisihan yang mungkin terjadi antara masyarakat adat. Lalu, di bentuklah perjanjian bersama untuk menjembatani persoalan tersebut. Tak lain dan tak bukan, tujuan di bentuknya hukum dalam sebuah 'negara' adalah untuk memperoleh keadilan. Seiring dengan berkembangnya waktu, manusia modern memerlukan tatanan yang lebih selaras, seimbang dalam menjembatani berbagai kepentingan yang semakin dinamis dan kompleks. Hukum yang tadinya tidak tertulis, akhirnya di sepakati bersama untuk di bakukan dan di jadikan pedoman. Tentunya, pedoman yang di maksud kemudian di lakukan secara tertulis. Hukum tertulis inilah yang kita kenal sampai sekarang. Hukum tertulis ini bersifat dinamis. Akan terus berubah sesuai perkembangan zaman dan perkembangan kepentingan manusia.

Perubahan Sistem Hukum IndonesiaSetelah mengalami penjajahan oleh negara Belanda, dimana Indonesia saat itu masih ikut menggunakan sistem hukum yang berasal dari negara Belanda tersebut yakni sistem hukum eropa kontinental. Namun, seiring berjalannya waktu dan berkembangnya kehidupan masyarakat Indonesia, setelah itu terjadi perubahan dalam sistem hukum yang berlaku di Indonesia. Awal sistem hukum yang diterapkan di Indonesia hanya sistem hukum eropa kontinental saja, setelah itu sistem hukum yang berlaku di Indonesia mengalami perpaduan antara sistem eropa kontinental dan sistem hukum anglo saxon.

Sistem Hukum Eropa Kontinental lebih mengedapankan hukum tertulis, peraturan perundang-undangan menduduki tempat penting. Peraturan perundang-undangan yang baik, selain menjamin adanya kepastian hukum, yang merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya ketertiban, juga dapat diharapkan dapat mengakomodasi nilai-nilai keadilan dan kemanfaatan. Lembaga peradilan harus mengacu pada undang-undang. Sifat undang-undang tertulis yang statis diharapkan dapat lebih fleksibel dengan sistem bertingkat dari norma dasar sampai norma yang bersifat teknis, serta dengan menyediakan adanya mekanisme perubahan undang-undang.

Sistem Hukum Anglo Saxon cenderung lebih mengutamakan hukum kebiasaan, hukum yang berjalan dinamis sejalan dengan dinamika masyarakat. Pembentukan hukum melalui lembaga peradilan dengan sistem jurisprudensi dianggap lebih baik agar hukum selalu sejalan dengan rasa keadilan dan kemanfaatan yang dirasakan oleh masyarakat secara nyata.

Sistem hukum di Indonesia dewasa ini adalah sistem hukum yang unik, sistem hukum yang dibangun dari proses penemuan, pengembangan, adaptasi, bahkan kompromi dari beberapa sistem yang telah ada. Sistem hukum Indonesia tidak hanya mengedepankan ciri-ciri lokal, tetapi juga mengakomodasi prinsip-prinsip umum yang dianut oleh masyarakat internasional.

Apapun sistem hukum yang dianut, pada dasarnya tidak ada negara yang hanya didasarkan pada hukum tertulis atau hukum kebiasaan saja. Tidak ada negara yang sistem hukumnya menafikan pentingnya undang-undang dan pentingnya pengadilan.

Sistem Hukum : (1) Sistem hukum Eropa Kontinental; (2) Sistem hukum Anglo-Saxon; (3) Sistem hukum adat/kebiasaan; (4)  Sistem hukum agama. Sistem Hukum Indonesia menggunakan sistem Eropa Kontinental. Seiring berkembangnya tradisi dan kebiasaan masyarakat Indonesia, menyebabkan Indonesia menjalankan sistem perpaduan hukum antara Sistem Hukum Eropa Kontinental dan Anglo Saxon.

Sumber: Dari berbagai sumber

Munazar Akan Sampaikan Materi Wawasan Kebangsaan Saat LDK FIMNY

Yogyakarta, FIMNY.org – Dewasa ini kesadaran pemuda/mahasiswa mempelajari wawasan kebangsaan sangat minim, tidak tahu kenapa, dan kenapa bisa seperti itu, itu semua akan menjadi PR tersendiri bagi kita yang merasa terpanggil hati dan jiwanya untuk sama-sama lebih menyadarkan diri kita dan kawan kerabat kita agar senantiasa menyadari dan mau mempelajari dan memperdalam wawasan kebangsaan tersebut. Perjuangan bangsa Indonesia dalam rangka membentuk “satu kesatuan sebagai bangsa “nation” dan “membentuk negara yang merdeka” penuh dengan dinamika dan pasang surut. Dimulai dari Perjuangan para pemuda, sejak 1908 yang selalu kita peringati dengan Hari kebangkitan Nasional, tanggal 20 Mei 1908, disitulah kita telah mengenal Kehidupan Berbangsa dan berpolitik; Setelah itu dilanjutkan dengan Sumpah Pemuda, para pemuda di seluruh Indonesia berkumpul dari perwakilan pemuda di seluruh Indonesia. Dari berbagai peristiwa perjalanan perjuangan tersebut ada suatu peristiwa yang perlu terus kita jadikan sebagai catatan penting, karena pada saat-saat itulah sebuah komitmen atau konsensus bangsa diletakkan, oleh para pemuda. Peristiwa dimaksud adalah “Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang kemudian sehari setelah itu dilanjutkan dengan pengesahan UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara”. Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan dan pengesahan UUD NRI Tahun 1945 merupakan konsensus nasional (semua warga bangsa) bahwa pengaturan kehidupan berkebangsaan dan kehidupan bernegara dalam negara Indonesia yang dibentuk disepakati dengan dilandasi oleh ideologi negara yang disebut Pancasila, dilandasi oleh sebuah konstitusi negara yang disebut UUD NRI Tahun 1945, disepakati mengenai konsepsi bentuk negaranya adalah negara kesatuan Republik Indonesia, dan disepakati bahwa masyarakatnya berada dalam satu ke-Indonesia-an yang terdiri dari berbagai suku/ras/etnis, budaya, agama dan norma-norma kehidupan yang mencerminkan dalam Bhinneka Tunggal Ika.
   
Dalam prosesi rangkaian acara “Latihan Dasar Kepemimpinan FIMNY 2014” yang diselenggarakan oleh Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) salah satu materinya Yaitu “Membangun Pemuda / Mahasiswa yang Berwawasan Kebangsaan” dengan tujuan Terpeliharanya rasa nasionalisme generasi muda dan rasa solidaritas dengan menumbuhkan jiwa kebangsaan sebagai bangsa Indonesia, materi ini akan disampaikan Oleh Saudara Munazar (Ketua Umum Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Indonesia Yogyakarta) yang akan disampaikan pada Hari Sabtu, Tanggal 25 Januari 2014. Seperti apa dan bagaimana “Membangun Pemuda / Mahasiswa yang Berwawasan Kebangsaan” tersebut, akan dikupas tuntas dalam kesempatan tersebut, oleh karena itu, jangan lewatkan tuk menghadiri acara tersebut.

Acara “Latihan Dasar Kepemimpinan FIMNY 2014” ini dipersembahkan oleh Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), diselenggarakan di Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sugiarto Akan Sampaikan Materi Kemahasiswaan Saat LDK FIMNY

Yogyakarta, FIMNY.org – Definisi mahasiswa diambil dari suku kata pembentuknya. Maha dan Siswa, atau pelajar yang paling tinggi levelnya. Sebagai seorang pelajar tertinggi, tentu mahasiswa sudah terpelajar, sebab mereka tinggal menyempurnakan pembelajarannya hingga menjadi manusia terpelajar yang paripurna. Apakah yang diharapkan dari seorang mahasiswa ? Memang harapan ini terbagi pada stratanya, yaitu untuk strata S1, seorang mahasiswa diharapkan mampu memahami suatu konsep, dapat memetakan permasalahan dan memilih solusi terbaik untuk permasalahan tersebut sesuai pemahaman mendalam konsep yang telah dipelajari. Untuk strata S2, mahasiswa diharapkan mampu merumuskan sesuatu yang berguna atau bernilai lebih untuk bidangnya. Sedangkan S3 diharapkan mampu menyumbang ilmu baru bagi bidangnya. Dari semua strata ada hal yang harus terus secara konsisten diperlihatkan oleh mahasiswa. Yaitu dalam menghadapi permasalahan, seorang mahasiswa harus melakukan analisa terhadap masalah itu. Mencari bahan pendukung untuk lebih memahami permasalahan tersebut. Kemudian memunculkan alternatif solusi dan memilih satu solusi dengan pertimbangan yang matang. Dan pada akhirnya harus mampu mempresentasikan solusi yang dipilih ke orang lain untuk mempertanggung jawabkan pemilihan solusi tersbut. Organisasi mahasiswa kalo di kampus biasanya kita mengenal organisasi Intra dan Organisasi Ekstra Kampus. Apa pula organisasi etnis/organisas kedaerahan, salah satu organisasi daerah yaitu FIMNY.

Dalam prosesi rangkaian acara “Latihan Dasar Kepemimpinan FIMNY 2014” yang diselenggarakan oleh Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) salah satu materinya Yaitu “Membangun Paradigma Kemahasiswaan” dengan tujuan menjadikan mahasiswa yang sadar dan tanggap dengan kondisi sosial masyarakat serta melahirkan mahasiswa yang kritik dan inovatif dalam segala bidang, materi ini akan disampaikan Oleh Saudara Sugiarto, S.H. (Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Yogyakarta) yang akan disampaikan pada Hari Sabtu, Tanggal 25 Januari 2014. Seperti apa dan bagaimana “Paradigma Mahasiswa” tersebut, akan dikupas tuntas dalam kesempatan tersebut, oleh karena itu, jangan lewatkan tuk menghadiri acara tersebut.

Acara “Latihan Dasar Kepemimpinan FIMNY 2014” ini dipersembahkan oleh Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), diselenggarakan di Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ajwar Anas Akan Sampaikan Materi Keorganisasian Saat LDK FIMNY

Yogyakarta, FIMNY.org – Secara etimologi organisasi berasal dari kata organ yaitu struktur atau susunan tubuh yang terdiri dari kepala, badan dan kaki. Secara terminologi organisasi adalah perkumpulan dua orang atau lebih yang memiliki tujuan tertentu. Organisasi merupakan wadah atau tempat persekutuan dua orang atau lebih manusia yang melakukan kerjasama untuk mencapai tujuan. Orang mendirikan organisasi karena, banyak alasan antara lain karena organisasi dapat melakukan suatu kegiatan yang tidak mungkin dilakukan seorang diri. Organisasi sangat penting dalam kehidupan masyarakat, karena dapat memberikan berbagai keuntungan maupun dapat memberikan kemudahan dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efesien. Disamping organisasi dipandang sebagai wadah, organisasi juga dapat dipandang sebagai proses manusia untuk berinteraksi dan bereaksi melakukan berbagai aktifitas masing-masing. Karakteristik penampilan oraganisasi ditentukan oleh manusianya sendiri, karena manusia dalam organisasi memiliki dua karakter utama, yaitu perilaku (behavior) dan gaya (style). Dua karakter manusia ini dalam sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh kejiwaan (psychology) atau roh manusia. Berorganisasi merupakan rutinitas wajib bagi pemuda/mahasiswa dewasa ini, karena dengan berorganisasi kita bisa mengasah dan mengembangkan diri, melatih untuk disiplin, loyalitas, bersahabat, bekerja secara tim, dll.

Dalam prosesi rangkaian acara “Latihan Dasar Kepemimpinan FIMNY 2014” yang diselenggarakan oleh Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) salah satu materinya Yaitu “Membangun Idealisme dalam Organisasi” dengan tujuan Melahirkan insan yang organisatoris serta melahirkan generasi muda yang ideal dan Transformatif, materi ini akan disampaikan Oleh Saudara Ajwar Anas yang akan disampaikan pada Hari Jumat, Tanggal 24 Januari 2014. Seperti apa dan bagaimana “Keorganisasian” tersebut, akan dikupas tuntas dalam kesempatan tersebut, oleh karena itu, jangan lewatkan tuk menghadiri acara tersebut.

Acara “Latihan Dasar Kepemimpinan FIMNY 2014” ini dipersembahkan oleh Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), diselenggarakan di Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Muhtar Abdullah Akan Sampaikan Materi Ketauhidan Saat LDK FIMNY

Yogyakarta, FIMNY.org – Seorang muslim meyakini bahwa tauhid adalah dasar Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar, dan merupakan salah satu syarat merupakan syarat diterimanya amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Dalam wawasan Islam, istilah "tauhid" memiliki makna yang sangat agung dan luas. Kalangan cendekiawan Muslim pada umumnya menggolongkan jenis-jenis ketauhidan menjadi "tauhid dalam zat" (dzati), "tauhid dalam sifat" (sifati), dan "tauhid dalam perbuatan" (fi’li). Namun, sayang, ternyata ada sebagian pihak yang justru menyalahgunakan istilah yang suci ini -sebagaimana mereka juga sering melakukannya terhadap pelbagai hal suci lainnya. Mereka menjadikan istilah tauhid sebagai slogan semata, seperti masyarakat yang tauhid, tentara yang tauhid dan sehagainya. Padahal, sesungguhnya mereka hendak menggunakan semua itu sebagai pembenaran terhadap sistem sosial komunisme yang mereka junjung tinggi-tinggi berupa kepemilikan bersama dan penghapusan kasta (penyamarataan).

Dalam prosesi rangkaian acara “Latihan Dasar Kepemimpinan FIMNY 2014” yang diselenggarakan oleh Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) salah satu materinya Yaitu terkait “Pentingnya Memahami Ketauhidan” dengan tujuan Membentuk generasi Muda yang melahirkan Intelektual berjiwa Ulil Albab, materi ini akan disampaikan Oleh Muhtar Abdullah, SE (Pengajar Pondok Pesantren Tauhidul Ummah Yogyakarta) yang akan disampaikan pada Hari Jumat, Tanggal 24 Januari 2014. Seperti apa dan bagaimana “Ketauhidan” tersebut, akan dikupas tuntas dalam kesempatan tersebut, oleh karena itu, jangan lewatkan tuk menghadiri acara tersebut.

Acara “Latihan Dasar Kepemimpinan FIMNY 2014” ini dipersembahkan oleh Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), diselenggarakan di Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

FIMNY Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan 2014

Yogyakarta, FIMNY.org – Pelajar dan Mahasiswa sebagai civitas dan pelaku pendidikan merupakan sumber daya potensial yang secara bertanggung jawab di tuntut harus menyiapkan diri dan mengembangkan diri selaku kader penerus dan pelaku pembangunan dimasa yang akan datang. Berkenaan dengan itu, sebagai Intelektual muda harus siap menghadapai tantangan dan perkembangan jaman serta kemajuan teknologi yang semakin pesat. Dengan mengembangkan potensi diri yang dirasa ini belum maksimal dikembangkan sehingga kemudian dapat dimanfaatkan dan di gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam memperlancar roda organisasi perlu adanya regenerasi agar bisa menopang langkah gerak suatu organisasi, dengan membentuk kesadaran para generasi baru untuk bisa turut andil dalam menjalankan roda-roda organisasi serta bisa mengenyam dengan indah hasil yang ia daat dalam berorganisasi, serta kelak bisa mengamalkannya bila bersentuhan dengan masyarakat Luas. Berangkat dari suatu kesadaran tersebutlah, Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) akan menyelenggarakan “Latihan Dasar Kepemimpinan FIMNY 2014” pada Hari Jumat-Minggu, Tanggal 24-26 Januari 2013 pukul 09.00-selesai dengan mendatangkan Pembicara yaitu Pembicara Pertama Pak Muhtar Abdullah, SE (Pengajar di Pondok Pesantren Tauhidul Ummah Yogyakarta) berkesempatan menyampaikan perihal “Pentingnya Memahami Ketauhidan”. Pembicara kedua Saudara Ajwar Anas (Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Negeri Yogyakarta), berkesempatan menyampaikan materi terkait “Membangun Idealisme dalam Organiasi”. Pembicara Ketiga Saudara Sugiarto, SH (Ketua Umum DPC PERMAHI Yogyakarta / Staff LBH Yogyakarta), berkesempatan menyampaikan materi terkait “Membangun Paradigma Kemahasiswaan”. Pembicara Keempat Bang Rio Ramabaskara, SH (Advokat Publik), berkesempatan menyampaikan materi terkait “Manajemen Kepemimpinan Progresif”. Pembicara Kelima Munazar (Ketua Umum IKPMDI-Yogyakarta), berkesempatan menyampaikan materi terkait “Membangun Pemuda / Mahasiswa yang Berwawasan Kebangsaan”. Pembicara Keenam Kakanda Aya Billy (Pembina Budayawan Rimpu Yogyakarta), berkesempatan menyampaikan perihal “Manajemen Persidangan”.

Diharapkan kepada Seluruh Anggota Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY) dan seluruh warga Bima yang berada di Yogyakarta untuk mengikuti acara tersebut, Info Lanjut Hubungi Sekretariat FIMNY beralamat Samirono CT VI/087 RT 002 RW 001, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupatn Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta atau Hubungi Nomor 08991938023 (Mulyadin) | Email/FB: fimnyjogja@yahoo.com | Twitter: @FIMNYJOGJA | Website: www.fimny.org | Klik Undangan Acara.

Acara “Latihan Dasar Kepemimpinan FIMNY 2014” ini dipersembahkan oleh Forum Intelektual Muda Ncera Yogyakarta (FIMNY), diselenggarakan di Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

 
Copyright © 2008 fimny. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by www.phylopop.com